Komitmen Pencegahan Korupsi, Mahasiswa FaSya UIN Salatiga Tandatangani Pakta Integritas

Salatiga- FaSya- Menjadi salah satu Mata Kuliah (MT) penting pada Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga yaitu Pendidikan Anti Korupsi (PAK) disampaikan dan dipahami oleh mahasiswa yang sudah menempuh semester 7. Pada Rabu, 06-12-2023 M. Yusuf Khummaini, M.H. selaku dosen pengampu MT PAK membungkus penutupan perkuliahan dengan mengadakan acara deklarasi anti korupsi dan penandatanganan pakta integritas dilangsungkan di Aula FaSya UIN Salatiga. Prosesi Deklarasi dibimbing oleh M. Yusuf dengan dimulai ikrar bersama syahadat untuk membangun jiwa kerohaniaan mahasiswa dan menyadarkan bahwa sebagai hamba Allah harus teguh mempertahankan kejujuran dan etika baik dimanapun berada. Lagu darah juang, padamu negeri dan indonesia raya ikut menjadi ceremoni penanaman jiwa kebangsaan pada seluruh mahasiswa.

“Bahwa kita dengan bersyahadat dapat membawa kita bernegara secara baik, harapannya dengan menyadarkan hak kita sebagai manusia yang beragama tentunya harus membawa terbaik bagi umat. Maka deklarasi ini perlu untuk menyadarkan kembali fitrah kita yang memiliki agama”, jelas Yusuf.

Uniknya dalam lembar penandatanganan pakta integritas, oleh Yusuf diberi tulisan arab syahadat serta kata-kata “saya pejabat negara Indonesia berlaku jujur berintegritas dan tidak korupsi”. disampaikan dalam wawancara alasan menyertai tulisan tersebut adalah “sengaja saya tulisan tersebut agar teringat ketika kelak mereka menjadi pejabat negara akan teringat dengan deklarasi pada hari ini. Karena ruang korupsi terbesar adalah dari ruang pejabat, kalau bukan pejabat dia tidak akan mungkin korupsi kecuali dia dilibatkan”, Imbuh Yusuf.

Harapan dari penandatangan pakta integritas menjadi penutup perkuliahan MT PAK, mahasiswa dapat memeiliki semangat juang untuk memberantas korupsi atau bertekad untuk anti korupsi yang sudah masuk merambah sampai di dunia pendidikan. Sehingga ada harapan besar pula terkait MT PAK bisa menjadi MT umum di semua Fakultas UIN Salatiga.

“Pendiikan anti korupsi bisa menjadi jalan mendukung program pemerintah anti korupsi, maka bijak bila kita sadara pentingnya pendidikan tersebut digaungkan pada setiap lini. Termasuk MT PAK bisa menjadi MT umum diharapkan bisa membekali seluruh mahasiswa UIN Salatiga sebagai calon-calon pejabat negara untuk mendapatkan bekal secara keagamaan dan cinta kenegaraan teguh dalam ikrar anti korupsi dan pencegahannya”, pungkas Yusuf.

Antusias dan semangat mahasiswa juga tergerak adanya MT PAK yang diampu M. Yusuf. Seremonial hari ini membekas sangat dalam dari Reza dan Rizki yang ditemui tersendiri oleh Humas FaSya. Reza memaparkan “bahwa MT PAK ini membekali kita untuk menjadi seorang yang cerdas tapi tidak memiliki integritas dan pintar tidak bermoral itu tidak penting, jadi integritas moralitas dan kejujujuran di atas segalanya. Deklarasi anti korupsi ini sangat membekas pada kami, kelak bila kita mendapat amanah teringat dengan seremoni hari ini untuk tetap menjadga integritas moral dan kejujuran kita”.

Dilanjutkan tanggapan Rizki “dari personal bahwa setinggi ilmu dan jabatan kita bila nol etika maka gagal dalam menelaah pendidikan anti korupsi. Deklarasi ini sebagai komitmen kita dan pengingat kita kelak bahwa sebagai pribadi yang menempuh ilmu dasar hukum wajib memiliki integritas untuk menjadi npribadi yang anti korupsi”.

Tingkatkan Kerjasama dengan FaSya UIN Salatiga, Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kemenag RI Berikan Pelatihan Legal Drafting Kepada Mahasiswa

Salatiga, FaSya– Dalam rangka meningkatkan kerjasama antara Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal kementerian Agama dan Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga serta untuk berbagi pengalaman dan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam penyusunan regulasi, Selasa (05/12/2023) di adakan pelatihan Legal Drafting for Beginners yang dilaksanakan di Aula FaSya. Peserta yang menjadi syarat untuk bisa bergabung dalam acara adalah mereka mahasiswa yang sudah memperoleh mata kuliah (MK) Ilmu Perundang-undangan, serta para tenaga kependidikan khususnya bagi kepegawaian dalam mengelola persuratan Fakultas.

Biro Hukum Kemenag RI membawa 10 anggota dengan dipimpin oleh Imam Syaukani selaku perncang perundang-undangan memaparkan bahwa “kunjungan ini bermaksud untuk berbagi pengalaman dalam legal drafting yang menjadi salah satu tugas melaksanakan penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan, rancangan peraturan dan keputusan menteri, penyuluhan dan bantuan hukum, serta kerja sama luar negeri pada lingkuangan Kementerian Agama Republik Indonesia. kami juga menawarkan kepada mahasiswa yang berminat untuk melihat langsung perancangan regulasi peraturan perundangan-undangan, dapat bergabung magang dengan kami’.

Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., selaku Dekan FaSya UIN Salatiga menyambut baik kegiatan pelatihan legal drafting ini, “saya harap seluruh peserta terutama para mahasiswa dapat mengikuti dengan serius dan mampu menyerap wawasan penting dari pusat yang akan disampaikan oleh Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri. Kerjasama ini akan kami lanjutkan dengan balasan pada tahun depan semoga sivitas akadimika FaSya bisa mengantarkan mahasiswa kunjungan di kantor Biro Hukum dan Kerjasama Luar negeri Kemanag RI”.

Turut hadir 3 advocat Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) UIN Salatiga serta menjadi peserta sebanyak 30 mahasiswa-mahasiswi dan segenap tenaga pendidikan FaSya UIN Salatiga. Materi yang disampaikan adalah pelatihan mengkaji atau mereview Surat Keputusan (SK) dari Pejabat untuk dibedah dan setelahnya peserta dapat membuat secara mandiri contoh draft surat keputusan yang baik dan benar.

Sesi materi dimulai dengan pre-test dengan tujuan untuk mengetahui sejauh manakah materi atau bahan yang akan diajarkan sudah dapat di kuasai oleh peserta. Kemudian mereview dan penjelasan teori penyusunan regulasi, dilanjutkan dengan praktik penyusunan regulasi dengan didampingi oleh tim perancang perundang-undangan Kemenag RI. Ditutup dengan Post-test untuk kegiatan evaluasi yang dilakukan narasumber untuk mengukur tingkat pemahaman para peserta.

Terakreditasi Kemenkumham, Nama Besar LKBHI UIN Salatiga Menarik FaSya IAIN Kudus Berkunjung Ke UIN Salatiga

Salatiga, FaSya– Sejak resmi terakreditasi oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada tahun 2021, Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LKBHI) UIN Salatiga mendapat banyak perhatian dan menarik Fakultas Syari’ah (FaSya) di bawah naungan Perguruan Tinggi Islam. Terlebih FaSya yang memiliki lembaga hukum seperti FaSya IAIN Kudus yang berkunjung dan menyaring informasi kisah suksesnya LKBHI UIN Salatiga (Senin, 04-12-2023). Dr. Any Ismayawati, S.H., M.Hum. selaku dekan FaSya IAIN Kudus membawa rombongan yang terdiri Wakil Dekan beserta pengelola dengan jumlah 9 orang berkunjunga ke FaSya UIN Salatiga diterima di Aula Dekanant FaSya.

“LKBHI UIN Salatiga yang sudah terakreditasi membawa daya tarik yang sangat tinggi bagi kami yang juga memiliki lembaga hukum namun masih tertatih untuk mengelolanya semenjak ada kebijakan tentang advocat PNS tidak boleh ber-acara. Sehingga kami sangat tertarik dengan nama besar dari LKBHI UIN Salatiga dengan harapan dapat memperoleh ilmu pengalaman yang banyak dalam keberhasilannya mengelola LKBHI sampai mendapatkan akreditasi dari kemenkumham. Tidak kalah menarik pula LKBHI UIN Salatiga bisa menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga di bawah naungan Kemenkumham, serta memiliki beberapa mediator yang bersertifikat non hakim” ujar Dr. Any dalam sambutannya.

Menyambut baik rombongan IAIN Kudus, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. Selaku Dekan FaSya UIN Salatiga mengajak pengelola FaSya beserta Direktur LKBHI serta segenap tenaka kependidikan. Dalam sambutannya “LKBHI UIN Salatiga termasuk penyumbang Tri Darma Pendidikan tertinggi di lingkungan UIN salatiga. Melalui program terusan dari Kemenkumham yaitu pelayanan bantuan hukum gratis dapat dijalankan dengan maksimal dan baik oleh LKBHI UIN Salatiga. Alumni juga banyak yang tersalurkan untuk bisa diterima bergabung menjadi bagian dari LKBHI atau magang untuk mendapatkan ilmu praktek secara langsung”.

Pada acara inti, Direktur LKBHI UIN salatiga M. Yusuf Khummaini, M.H. memaparkan kilas perjalanan panjang perjuangan LKBHI dari pengajuan akta notaris hingga sukses memperoleh sertifikat akreditasi dari Kemenkumham.

“Sebenarnya saya pribadi terinspirasi pada tahun 2004/2005 saat menemukan plang lembaga bantuan hukum di IAIN Kudus terpapang di atas teras kantornya. Pada tahun itu STAIN Salatiga masih belum memiliki kantor yang membuat kami termotivasi untuk melengkapi sarana dan prasarana agarmenjadi LKBH yang diakui dan maju. Pada tahun 2015 sebenarnya kita ingin menjadi Organisasi Bantuan Hukum (OBH), namun syaratnya ternyata lumayanberat, dengan salah satunya harus memiliki advocat senior. Maka pada waktu itu kita bermusyawarah dengan para alumni senior yang sudah ber-acara menjadi advocat untuk bagaimana berjuang bersama untuk membangun LKHBI menjadi berkembang maju. Sehingga pada tahun 2018, Alhamdulillah kita resmi mengajukan Akta ke notaris dan disetujui untuk menjadi lembaga yang bergerak untuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dalam hal ini dalah dharma pengabdian kepada masyarakat yaitu memberikan penyuluhan hukum, konsultasi hukum dan bantuan hukum secara ligitasi maupun non litigasi baik hukum pidana, perdata dan hukum islman kepada masyarakat yang kurang mampu dan tidak mampu. Selama kurang lebih tiga tahun kita berjuang untuk memenuhi syarat agar bisa terakreditasi. Alhamdulillah pada 2021 LKBHI resmi mendapat akreditasi tersebut”.

Benchmarking, Kiat Sukses Meningkatkan Kualitas Pendidikan, FaSya UIN Saga Gandeng FH UNISKA MAB Banjarmasin

Laporan: M. Taufik Z, editor: Hijri

Banjarmasin, FaSya– Membawa visi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kerjasama antar institusi pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan, Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga adakan kegiatan Benchmarking dengan FaSya UIN Antasari banjarmasin di Aula (Rabu, 29/11/2023).

Dr. Farkhani, S.H.I, S.H. M.H. memperkenalkan rombongan dari Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga (UIN Saga), kemudian beliau menjelaskan tentang Profil Fakultas dan menjelaskan tentang Program MBKM, Jurnal Ijtihad, LKBHI dan Mediator, Alumni, serta BLU UIN Salatiga. Dilanjutkan sambutan dari Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) Dr. Afif Khalid, S.H.I., S.H., M.H., menjelaskan Sejarah UNISKA MAB dan sejarah FH, jumlah mahasiswa UNISKA yang berjumlah kurang lebih 25.000 orang, FH berjumlah kurang lebih 2.800 orang. Beliau menjelaskan perkembangan FH UNISKA MAB terutama tentang : alumni, para pengelola, prestasi, MBKM, LKBH, KKN, Kerjasam Luar Negeri, Kerjasama Lembaga Tinggi Negara serta yang lainnya.

Beliau mengungkapkan keprihatainan dan keresahan tekait lulusan FaSya yang bergelar SH, tetapi selalu minder ketika bersaing dengan dengan lulusan Fakultas Hukum, bukan hanya itu saja, beberapa Lembaga yang seharuskan bisa dimasuki oleh SH tetapi menolak SH dari Fakultas Syariah, beliau menginginkan adanya solusi terkait hal ini. Beliau mengharapkan adanya Langkah kongkrit dalam Kerjasama ini, jangan sampai Kerjasama ini hanya hitam diatas putih saja.

Tingkatkan Mutu Pendidikan, FaSya UIN Salatiga Gelar Benchmarking Kerjasama FaSya UIN Antasari

Laporan: M. Topik Z, Editor: Hijri

Banjarmasin, FaSya– Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kerjasama antar institutsi pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan, Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga adakan kegiatan Benchmarking dengan FaSya UIN Antasari banjarmasin di Aula (Selasa, 28/11/2023).

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama dengan kedua belah pihak mengawali dibukanya acara Benchmarking. Tujuan dari kerjasama kedua belah pihak untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi dalam rangka peningkatan pemahaman dan pemanfaatan bidang pendidikan. Kemudian kerjasama mencakup penyelenggaraan forum ilmiah dan penyebarluasan informasi dalam bentuk sosialisasi, seminar, loka karya, kuliah umum, pelatihan dan workshop di bidang hukum islam dan/ ilmu hukum, penelitian kolaboratif.

Memasuki acara Benchmarking, Dr. Amelia Rahmaniah, M.H. selaku Dekan FaSya UIN Antasari Banjarmasin memperkenalkan jajaran pengelola FaSya UIN Antasari Banjarmasin sekaligus menjelaskan hubungan baik UIN Antasari dengan FaSya UIN Salatiga yaitu beberapa kegiatan yang sudah pernah dikerjakan bersama antara lain seperti penelitian Prof. Dr. Ilya Muhsin, M.Si Dekan FaSya UIN Salatiga di Banjarmasin, kemudian menjadi pemateri pengelolaan Jurnal dan lain sebagainya. Selanjutnya beliau menjelaskan tentang profil dan perkembangan FaSya UIN Antasari Banjarmasin.

Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Farkhani, S.H.I, S.H. M.H., melanjutkan sambutan berikutnya mewakili 9 rombongan lainnya pengelola FaSya UIN Salatiga dengan memulai memperkenalkan rombongan dan menjelaskan tentang profil FaSya UIN Salatiga dan perkembangannya. Selanjutnya menyampaikan maksud dari kunjungan adalah untuk saling bertukar informasi dan pengalaman terkait praktik terbaik pengelolaan pendidikan tinggi, pengorganisasian alumni dan implementasi MBKM.

Acara dilanjutkan dengan Diskusi antara kedua Fakultas, Adapun hal-hal yang didiskusikan adalah sebagai berikut: Pelaksanaan MBKM, pengelolaan alumni, Pengelolaan Prodi, Kegiatan Mahasiswa, Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Pelaksaan Kerjasama yang kongkrit.

Mahasiswa Tembus Jurnal Internasional, Begini Dekan FaSya UIN Salatiga Beri Tips dan Trik Menembusnya

Laporan: Qhotrun Nada, Editor: Hijri

Salatiga, FaSya-Sebagai mahasiswa yang harus melek akan kewajiban hirarki dalam diri harus dapat dijalankan secara maksimal. Mahasiswa sebagai agen of change kini dituntut untuk selalu aktif dalam ranah pengabdian dan pengajaran. Tidak hanya itu, tidak lengkap rasanya mahasiswa berproses tanpa melewati tahap penelitian. Berperan penting dalam program pascasarjana harus dituntut untuk kreatif, cerdas, dan inovatif dengan mengahasilkan produk karya tulis ilmiah.

UIN Mahmud Yunus Batusangkar adakan Workshop bertemakan “Penulisan Artikel Ilmiah Bereputasi Internasional Bagi Mahasiswa” sebagai langkah peningkatan kualitas mahasiswa dalam program kepenulisan. Perlu kita ketahui bersama bahwa wajib hukumnya sebagai program mahasiswa tingkat II (Pascasarjana) meluncurkan karya tulis ilmiah (KTI) untuk dapat lolos bergelar magister. Melirik jurnal Internasional menjadi nilai tambah untuk kedepannya.

Penyelenggaraan ini ditujukan untuk mahasiswa program pascasarjana atau mahasiswa tingkat II dalam ranah jaringan KTI yang lebih baik. Diharapkan, terdapat minimal 10-20 jurnal yang terbit di ranah internasional.

Menelisik jurnal internasional dapat dikatakan lolos uji ketika telah sampai dalam tahapan penerbitan yang salah satunya oleh Sinta maupun Scopus. Untuk dapat diterima dan disubmit di jurnal internasional harus sesuai dengan ketentuan kepenulisan artikel yang ada dengan banyak membaca dan dapat menentukan kualitas dari jurnal yang akan kita buat melalui penyesuaian dalam bidang yang dikuasai.

Selama pengadaan workshop melalui media Zoom Meeting diikuti oleh 150 mahasiswa yang berasal dari UIN Batusangkar dan mahasiswa umum pada 21 November 2023.  Acara workshop menghadirkan guru besar UIN Salatiga yang juga sekaligus sebagai editor dan reviewer jurnal terakreditasi nasional hingga internasional yaitu Prof. Dr. Ilya Muhsin, S.H.I., M. Si. Melalui lembaga Sinta yang berperan sebagai lembaga indeks dibawah Kemendikbud yang memiliki 6 quartel dan terdiri dari quartel 1 dengan nilai tertinggi hingga quartel ke 6 dengan ketentuan masing-masing. Tidak hanya itu, untuk jurnal yang terindeks internasional dapat juga melalui Web op sine dan Scopus dengan tingkat Quartel 1-4. Laman ini dapat dilansir melalui Google Cenkedia untuk mencari artikel internasional yang terindeks Sinta maupun Scopus.

Pesan selama workshop, dalam kepenulisan artikel harus memiliki bahasan hingga analisis dan kesimpulan yang telah jelas. Artikel yang terdiri dari 45% minimal adalah referensi berupa sumber artikel yang lain. “ciptakan jurnal yang unik yang hanya terjadi di daerah tertentu dan rumus dalam kepenulisan yaitu menulis, menulis, dan menulis”, pungkasnya.

Relevan dan Terbukti Lulusannya, Bukti Fakultas Syariah UIN Salatiga Kuat Berkomitmen Optimalkan Profil Kelulusan

Salatiga, FaSya- Tracer Study adalah salah satu metode yang digunakan oleh beberapa perguruan tinggi guna memperoleh umpan balik dari alumninya. Umpan balik yang diperoleh dari alumni ini dibutuhkan dalam usaha untuk evaluasi serta pengembangan kualitas dan sistem pendidikan. Tracer Study sendiri dapat menyajikan informasi mendalam dan rinci mengenai kecocokan kerja serta dapat dimanfaatkan untuk data pendukung nilai dari akreditasi instansi. Tujuan lain juga dapat membantu memberikan informasi serta kesempatan kepada mahasiswa untuk menentukan dan menggali informasi kecocokan pribadinya dalam kesempatan dunia kerja yang terbuka salah satunya yang diperoleh dari informasi hubungan dengan lulusan yang sudah bekerja.

Kekuatan alumni yang tersebar dan menempati pada bagian penting pada lembaga kerjanya bisa menjadi jalan baik dalam membangun jaringan/network alumni, khususnya Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga. Pengumpulan alumni FaSya yang berdomisili atau bekerja tidak jauh dari kota Salatiga pada Senin, 20-11-2023 di Aula FaSya bertujuan untuk membentuk kembali dan membangun jaringan yang lebih kuat dalam informasi perguruan tinggi dengan dunia kerja. Bhakan tracer studi juga masuk pada kriteria yang dijadikan sebagai salah satu syarat peringkat akreditasi Unggul dan Baik.

Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd. selaku Wakil Dekan bidang Alumni memberikan apresiasi atas kesedian hadir para alumni undangan. “undangan ini kami berikan untuk bersama mengajak alumni untuk memajukan lembaga melalui jalur tracer study. Kesempatan ini mari kita maksimalkan untuk berkomunikasi dan berdiskusi membahas peran kolaborasi kita bersama untuk memajukan FaSya UIN Salatiga”.

Menjadi perhatian dan harapan dari pengelola FaSya UIN salatiga atas terselenggaranya temu alumni disampaikan oleh Dekan Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. “kegiatan temu alumni ini bertujuan membentuk pengurus baru alumni FaSya UIN salatiga guna bersama berkolaborasi dengan Fakultas membangun arah kemajuan lembaga. Tujuan Fakultas dalam membentuk lulusan harus mendapatkan masukan serta evaluasi dari pihak para alumni yang pastinya dapat memberikan sumbangan pemikiran yang lebih komprehensif. Peran alumni juga diharapkan bisa mengarahkan serta menjadi motivasi bagi adik-adik juniornya yang masih menempuh pendidikan pada bangku perkuliahan. Tidak kalah penting pula, bahwa profil lulusan FaSya yang bonafit akan menjadi daya tarik tersenldiri bagi Fakultas di mata calon-calon mahasiswa yan gsedang mencari perguruan tinggi dengan melihat profil lulusannya”.

Pengelola FaSya mulai Dekan dan wakil dekan, serta jajarannya sampai ikut serta tenaga kependiikan dalam menyiapkan kegiatan pertemuan alumni ini membuktikan bahwa FaSya memang serius membahas formula untuk menambah kualitas dari profil lulusan mahasisswa FaSya. Kegiatan pertemuan ini dilanjutkan dengan diskusi para alumni yang di pimpin oleh Ahmad Sultoni dan M. Choirul huda, M.H. selaku Sekretaris jurusan FaSya dan produk alumni dari faSya sendiri. Hadir sebagai alumni adalah salah satunya yang sekarang sudah bekerja dan menjabat sebagai, ketua Komisi Yudisial Penghubung Jawa Tengah, ketua kantor Urusan Agama Argomulyo Salatiga, beberapa yang menjadi guru dan penyuluh, Advokat, paralegal, Dosen dan pengusaha.

Sharia Internasional Conference (SINCe)2023: Meningkatkan Pemahaman tentang Sharia dalam Konteks Global, Prof. Ilyya Menekankan Pentingnya Pendekatan Multidisipliner dalam Kajian Hukum Islam

Laporan: Hijri; Editor : Nanang

Manado, FaSya-Fakultas Syariah UIN Salatiga berbangga menjadi bagian dari Sharia International Conference (SINCe) yang berlangsung di Hotel Aryaduta Manado dari 10 hingga 12 November 2023. Fakultas Syariah (FaSya) IAIN Manado selaku penyelenggara konferensi ini menghadirkan Rektor IAIN Manado, Dr. Ahmad Rajafi, serta para akademisi dan praktisi terkemuka dari berbagai institusi.
Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Rajafi mengapresiasi peran penting Fakultas Syariah dalam menyelenggarakan acara ini dan berharap kegiatan ini dapat menginspirasi fakultas lain untuk melakukan kegiatan serupa di masa depan. Beliau menekankan bahwa Sharia adalah konsep yang dinamis dan penting untuk dipahami dalam konteks Indonesia.


Konferensi ini juga menyoroti penerimaan Islam yang unik di Nusantara, di mana sejarah menunjukkan proses akulturasi yang damai. Dr. Rajafi, sebagai keynote speaker, membahas tema “Integrating Insights and Practice: Sharia and Law Development Through Multidisciplinary Approach in Global Context,” yang menggali berbagai aspek Sharia, Islam, dan manusia.
Dalam konferensi tersebut menghadirkan beberapa pembicara terkemuka seperti: Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.H. (Dekan, Fakultas Syariah, UIN Salatiga), Dr. Muhammad Mustaqim, M.M., M.Pd.I (Fakultas Syariah, IAIN Kudus), Asst. Prof. Dr. Mualimin Mochammad Sahid (Fakultas Syaria dan Hukum, Universiti Sains Islam Malaysia), dan Asst. Prof. Dr. Abdurrohman Chapakiya (Dekan, Fakultas Studi Islam dan Hukum, Universitas Fatoni, Thailand).
Prof. Ilyya menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam pengembangan Sharia dan hukum, yang dihadirkan dalam tema “Integrating Insights and Practice: Sharia and Law Development Through Multidisciplinary Approach in Global Context.” Dengan pengalaman dan wawasan mendalam, beliau mengajak peserta untuk mendelved lebih jauh ke dalam aplikasi Sharia dalam konteks Indonesia. dan Fakultas Syariah berkomitmen untuk mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang Sharia, serta memberikan kontribusi positif dalam pengembangan regulasi di Indonesia.
Dengan hadirnya beberapa pembicara terkemuka dari berbagai institusi, konferensi SINCe 2023 menjadi platform diskusi dan pertukaran pengetahuan yang mendalam mengenai pengembangan Sharia dan hukum dalam konteks multidisipliner.
Prof. Ilyya berharap bahwa hasil dari konferensi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam memahami dan mengembangkan regulasi baru di Indonesia. Serta berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk kolaborasi lebih lanjut dalam pengembangan ilmu Syariah.

Trik Cepat Skripsi menjadi Jurnal, HMPS HTN Tularkan dengan Seminar Pelatihan

Laporan : Mutohir& Ida Fitriyani, editor: Hijri

Salatiga, FaSya-“Saat ini memang mengubah skripsi ke artikel belum menjadi kewajiban sebagai tugas akhir, akan tetapi tidak dapat dipungkiri di lain hari. Pemuda itu bukan mengenai usia, akan tetapi bagaimana fikiran dan berpihakan yang selalu membuat kreatifitasnya. Bisa kita ketahui bahwasannya ketika skripsi kita cuma ditaruh di perpustakaan saja itu kurang bermanfaat, tetapi ketika kita bisa publish di artikel tentu manfaatnya banyak karena bisa dibaca oleh orang banyak tidak hanya sivitas lingkungan kampus”, ungkap Cholida Hanum, M.H. selaku kaprodi HTN dalam sambutannya membuka seminar online via zoom meeting (11/11/2023).

Menambahkan, Reihan ketua umum HMPS HTN mengungkapkan bahwa “Kegiatan ini bukan cara akan pembuatan karya ilmiah saja, tetapi bisa sebagai salah satu dalam hal pengembangan intelektual harapannya teman-teman peserta bisa memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya dengan mencari pengetahuan baru dan selalu meningkatkan skill”.

HMPS HTN (Himpunan Program studi Hukum Tata Negara)  menyelenggarakan kegiatan seminar bertemakan tips & trik mengubah skripsi menjadi artikel. Langkah cepat HMPS HTN menanggapi perkembangan zaman di mana zaman ini mahasiswa tidak harus membuat skripsi sebagai tugas akhir akan tetapi dengan mempublish artikel kita di jurnal juga bisa sebagai tugas akhir mahasiswa dalam hal pengembangan inteletual untuk selalu berkreasi dan berkarya.

Dalam pemaparan materi oleh Yusvita Nena Arinta, M. Si. Dosen UIn Salatiga, menjelaskan bahwa dalam hal cara mengubah skripsi menjadi artikel  ada beberapa cara yang harus dilakukan diantaranya yaitu : pertama tujuan dari jurnal, kita bisa cari jurnal yang mau dituju untuk mempublish artikel yang dibuat, kedua  template di mana kutipan, gaya selingkung yang harus disesuaikan dengan ketentuan dari Jurnal, ketiga kutipan judul yang diambil ketika diskirpsi jangan dijadikan juga menjadi judul di artikel, perlu ada kodifikasi dahulu, agar tema artikel yang dibuat bisa menarik seorang pembaca untuk bisa tertarik membaca artikel. Tambahan  di dalam menulis skripsi haruslah bisa mengatur beberapa hal agar skripsi atau artikel  yang kia buat bisa efektif yaitu : pertama  manajemen waktu yang di mana terdiri time lin , fokus , manajemen referensi yaitu menggunakan aplikasi zotero, mandalay, dan media data dalam penulisan skripsi maupun artikel,  literasi berupa template jurnal yang sudah publish, web dan relasi”.

Reihan mahasiswa HTN bertanya apakah pembahasan  yang ada  di dalam  skripsi ketika  konversikan menjadi artikel apa perlu di parafrase lagi?

Di jawab di dalam parafrase tentu ada strateginya, yaitu 4 kalimat di jadikan satu kalimat, di mana disaat ini kita bisa menggunakan IA dalam hal parafrase akan tetapi perlu kodifikasi lagi agar kalimat yang di parafrase tidak terlihat hasil IA atau enggak juga bisa Grammary yang berbayar agar kalimat yang disusun bisa rapi. Di dalam mempublish jurnal ada yang berbayar di mana di saat mempublish bisa di diskusikan dengan Dosen pembimbing agar artikel yang dibuat  mahasiswa bisa dipublish di jurnal.

Asah Keterampilan Dalam Penulisan Karya Ilmiah, HMPS HTN Beri Pelatihan Aplikasi Zotero

Laporan : Mohammad Mutohir, editor: Hijri

Fasya, Salatiga-HMPS HTN (Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara) mengadakan kegiatan  yang bertemakan “ pelatihan manajemen referensi zotero” kegiatan ini dilaksanakan melalui zoom meeting pada selasa 7/11/23.

“Karya ilmiah menurut KBBI adalah karya tulis yang dibuat dengan prinsip-prinsip ilmiah berdasarkan data dan fakta yang didapat dari observasi, eksperimen, dan kajian pustaka. Kegiatan ini tentu bisa membuat para mahasiswa bisa kreatif dalam penulisan karya ilmiah, harapannya setalah kegiatan ini selesai para peserta bisa mempraktikkan dalam penulisan karya ilmiah yang baik”, ungkap Rehan ketua umum HMPS HTN.

Cholida hanum, S.H, M.H. selaku Kaprodi HTN dalam sambutannya “kegiatan ini sangat membantu, di mana salah satu ujian akhir para mahasiswa yaitu Skripsi tentu dari awal para mahasiwa masuk kampus haruslah dibekali pemahaman tentang sistematika penulisan karya ilmiah yang sesuai”.

Dalam pemaparan materi RR. Wuri Arenggoasih, M.I.Kom. memotivasi peserta bahwa dalam proses penulisan karya ilmiah haruslah bisa Fun ( senang) di mana sesuatu yang dilakukan dalam keadaan senang pasti bisa memperoleh hasil yang maksimal serta sesaui dengan harapan. Karya ilmiah sendiri dibagi beberapa jenis yaitu : makalah, buku teks, artikel ilmiah, karya ilmiah populer, skripsi, tesis, disertesis.  Dalam sistematika penulisan karya ilmiah lebih di kenal dengan IMRaD yaitu ( Introduction, Methods, Results, Discusion). Dimana sebagai acuaan dalam pembuatan penulisan karya ilmiah yang baik. 

Tambahnya Dalam penulisan karya ilmiah tentu banyak kesuliatan dalam penulisan karya ilmiah. oleh karena itu dengan adanya aplikasi Zotero bisa mempermudah dalam penulisan karya ilmiah. Zotero adalah sebuah perangkat lunak gratis dan bersumber terbuka yang berfungsi sebagai manajemen referensi untuk mengelola data bibliografi dan bahan penelitian. Dalam kegiatan ini para peserta belajar menginstal aplikasi dan proses memakai aplikasi Zotero.

Semakin menariknya kegiatan ini di hadiri kurang lebih 50 mahasiswa yang pesertanya tidak dari  prodi HTN saja akan tetapi ada beberapa dari prodi lain