Salatiga- FaSya- Menjadi salah satu Mata Kuliah (MT) penting pada Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga yaitu Pendidikan Anti Korupsi (PAK) disampaikan dan dipahami oleh mahasiswa yang sudah menempuh semester 7. Pada Rabu, 06-12-2023 M. Yusuf Khummaini, M.H. selaku dosen pengampu MT PAK membungkus penutupan perkuliahan dengan mengadakan acara deklarasi anti korupsi dan penandatanganan pakta integritas dilangsungkan di Aula FaSya UIN Salatiga. Prosesi Deklarasi dibimbing oleh M. Yusuf dengan dimulai ikrar bersama syahadat untuk membangun jiwa kerohaniaan mahasiswa dan menyadarkan bahwa sebagai hamba Allah harus teguh mempertahankan kejujuran dan etika baik dimanapun berada. Lagu darah juang, padamu negeri dan indonesia raya ikut menjadi ceremoni penanaman jiwa kebangsaan pada seluruh mahasiswa.
“Bahwa kita dengan bersyahadat dapat membawa kita bernegara secara baik, harapannya dengan menyadarkan hak kita sebagai manusia yang beragama tentunya harus membawa terbaik bagi umat. Maka deklarasi ini perlu untuk menyadarkan kembali fitrah kita yang memiliki agama”, jelas Yusuf.

Uniknya dalam lembar penandatanganan pakta integritas, oleh Yusuf diberi tulisan arab syahadat serta kata-kata “saya pejabat negara Indonesia berlaku jujur berintegritas dan tidak korupsi”. disampaikan dalam wawancara alasan menyertai tulisan tersebut adalah “sengaja saya tulisan tersebut agar teringat ketika kelak mereka menjadi pejabat negara akan teringat dengan deklarasi pada hari ini. Karena ruang korupsi terbesar adalah dari ruang pejabat, kalau bukan pejabat dia tidak akan mungkin korupsi kecuali dia dilibatkan”, Imbuh Yusuf.
Harapan dari penandatangan pakta integritas menjadi penutup perkuliahan MT PAK, mahasiswa dapat memeiliki semangat juang untuk memberantas korupsi atau bertekad untuk anti korupsi yang sudah masuk merambah sampai di dunia pendidikan. Sehingga ada harapan besar pula terkait MT PAK bisa menjadi MT umum di semua Fakultas UIN Salatiga.
“Pendiikan anti korupsi bisa menjadi jalan mendukung program pemerintah anti korupsi, maka bijak bila kita sadara pentingnya pendidikan tersebut digaungkan pada setiap lini. Termasuk MT PAK bisa menjadi MT umum diharapkan bisa membekali seluruh mahasiswa UIN Salatiga sebagai calon-calon pejabat negara untuk mendapatkan bekal secara keagamaan dan cinta kenegaraan teguh dalam ikrar anti korupsi dan pencegahannya”, pungkas Yusuf.
Antusias dan semangat mahasiswa juga tergerak adanya MT PAK yang diampu M. Yusuf. Seremonial hari ini membekas sangat dalam dari Reza dan Rizki yang ditemui tersendiri oleh Humas FaSya. Reza memaparkan “bahwa MT PAK ini membekali kita untuk menjadi seorang yang cerdas tapi tidak memiliki integritas dan pintar tidak bermoral itu tidak penting, jadi integritas moralitas dan kejujujuran di atas segalanya. Deklarasi anti korupsi ini sangat membekas pada kami, kelak bila kita mendapat amanah teringat dengan seremoni hari ini untuk tetap menjadga integritas moral dan kejujuran kita”.
Dilanjutkan tanggapan Rizki “dari personal bahwa setinggi ilmu dan jabatan kita bila nol etika maka gagal dalam menelaah pendidikan anti korupsi. Deklarasi ini sebagai komitmen kita dan pengingat kita kelak bahwa sebagai pribadi yang menempuh ilmu dasar hukum wajib memiliki integritas untuk menjadi npribadi yang anti korupsi”.




Menyambut baik rombongan IAIN Kudus, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. Selaku Dekan FaSya UIN Salatiga mengajak pengelola FaSya beserta Direktur LKBHI serta segenap tenaka kependidikan. Dalam sambutannya “LKBHI UIN Salatiga termasuk penyumbang Tri Darma Pendidikan tertinggi di lingkungan UIN salatiga. Melalui program terusan dari Kemenkumham yaitu pelayanan bantuan hukum gratis dapat dijalankan dengan maksimal dan baik oleh LKBHI UIN Salatiga. Alumni juga banyak yang tersalurkan untuk bisa diterima bergabung menjadi bagian dari LKBHI atau magang untuk mendapatkan ilmu praktek secara langsung”.




Penyelenggaraan ini ditujukan untuk mahasiswa program pascasarjana atau mahasiswa tingkat II dalam ranah jaringan KTI yang lebih baik. Diharapkan, terdapat minimal 10-20 jurnal yang terbit di ranah internasional.
Pesan selama workshop, dalam kepenulisan artikel harus memiliki bahasan hingga analisis dan kesimpulan yang telah jelas. Artikel yang terdiri dari 45% minimal adalah referensi berupa sumber artikel yang lain. “ciptakan jurnal yang unik yang hanya terjadi di daerah tertentu dan rumus dalam kepenulisan yaitu menulis, menulis, dan menulis”, pungkasnya.
Menjadi perhatian dan harapan dari pengelola FaSya UIN salatiga atas terselenggaranya temu alumni disampaikan oleh Dekan Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. “kegiatan temu alumni ini bertujuan membentuk pengurus baru alumni FaSya UIN salatiga guna bersama berkolaborasi dengan Fakultas membangun arah kemajuan lembaga. Tujuan Fakultas dalam membentuk lulusan harus mendapatkan masukan serta evaluasi dari pihak para alumni yang pastinya dapat memberikan sumbangan pemikiran yang lebih komprehensif. Peran alumni juga diharapkan bisa mengarahkan serta menjadi motivasi bagi adik-adik juniornya yang masih menempuh pendidikan pada bangku perkuliahan. Tidak kalah penting pula, bahwa profil lulusan FaSya yang bonafit akan menjadi daya tarik tersenldiri bagi Fakultas di mata calon-calon mahasiswa yan gsedang mencari perguruan tinggi dengan melihat profil lulusannya”.
Pengelola FaSya mulai Dekan dan wakil dekan, serta jajarannya sampai ikut serta tenaga kependiikan dalam menyiapkan kegiatan pertemuan alumni ini membuktikan bahwa FaSya memang serius membahas formula untuk menambah kualitas dari profil lulusan mahasisswa FaSya. Kegiatan pertemuan ini dilanjutkan dengan diskusi para alumni yang di pimpin oleh Ahmad Sultoni dan M. Choirul huda, M.H. selaku Sekretaris jurusan FaSya dan produk alumni dari faSya sendiri. Hadir sebagai alumni adalah salah satunya yang sekarang sudah bekerja dan menjabat sebagai, ketua Komisi Yudisial Penghubung Jawa Tengah, ketua kantor Urusan Agama Argomulyo Salatiga, beberapa yang menjadi guru dan penyuluh, Advokat, paralegal, Dosen dan pengusaha.


Menambahkan, Reihan ketua umum HMPS HTN mengungkapkan bahwa “Kegiatan ini bukan cara akan pembuatan karya ilmiah saja, tetapi bisa sebagai salah satu dalam hal pengembangan intelektual harapannya teman-teman peserta bisa memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya dengan mencari pengetahuan baru dan selalu meningkatkan skill”.
Reihan mahasiswa HTN bertanya apakah pembahasan yang ada di dalam skripsi ketika konversikan menjadi artikel apa perlu di parafrase lagi?
Cholida hanum, S.H, M.H. selaku Kaprodi HTN dalam sambutannya “kegiatan ini sangat membantu, di mana salah satu ujian akhir para mahasiswa yaitu Skripsi tentu dari awal para mahasiwa masuk kampus haruslah dibekali pemahaman tentang sistematika penulisan karya ilmiah yang sesuai”.
Tambahnya Dalam penulisan karya ilmiah tentu banyak kesuliatan dalam penulisan karya ilmiah. oleh karena itu dengan adanya aplikasi Zotero bisa mempermudah dalam penulisan karya ilmiah. Zotero adalah sebuah perangkat lunak gratis dan bersumber terbuka yang berfungsi sebagai manajemen referensi untuk mengelola data bibliografi dan bahan penelitian. Dalam kegiatan ini para peserta belajar menginstal aplikasi dan proses memakai aplikasi Zotero.