Begini Konsekuensi 17 Mahasiswa yang Viralkan Nama Fakultas, Dekan dan Pengelola FaSya Beri Apreasi

Laporan : Mohammad Mutohir, Editor: Hijri

Fasya, Salatiga- “Alhamdulillah dari 9 peserta kontingen yang mewakili Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga, 5 mahasiswa berhasil meraih medali Perak dan 1 medali emas. Serta baru beberapa bulan FaSya membentuk tim Media Center (MC) dengan beranggotakan 11 mahasiswa-mahasiswi, melalui kontribusi mereka kegiatan-kegiatan FaSya aktif diliput dan menjadi berita serta konten dalam media sosial Fakultas. Tentunya ini menjadi suatu capaian yang membanggakan dan indikator kemajuan bagi Fakultas serta kami pengelola akan memberikan apresiasi untuk menambah semangat dan ucapan terimakasih atas dedikasi dari mereka”, tutur Dekan FaSya.

FaSya UIN SAGA menggelar penyambutan peserta Pekan Olahraga Seni dan Ilmiyah se-Jawa dan Madura (PORSI JAWARA) serta sekaligus penyerahan (SK) Tim MC pada hari selasa 7/11/23 di Aula FaSya. Hadir Prof. Dr. Illya Muhsin, M.Si Selaku Dekan FaSya, Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd Selaku Wakil Dekan Kemahasiswaan, Dra. Astuti Sakdiyah, M.Pd. Selaku Kabag Tata Usaha, Cholida Hanum, S.H., M.H selaku Kaprodi HTN sekaligus pembimbing peserta lomba dan Ahmadi Hasdanudin Dardiri, M.H. pembimbing peserta lomba debat.

Salah satu peserta pemenang lomba PORSI JAWARA Akhmad Syarofuddin mengatakan saya sangat bangga dan senang sakali, bisa menadapatkan juara  1 Puitisasi Al-Qur’an di PORSI JAWARA Jember. Kemenangan ini tidak lepas dari doa dan dukungan teman-teman, dosen, orang tua saya yang selalu mensupport tanpa henti, kemenengan ini bukan milik saya semata, tapi kemenangan ini milik kita semua.

Porf Ilyya sangat mengapresiasi semua peserta yang telah membawa harum nama FaSya dengan membawa juara emas dan perak. Serta besar harapan bahwa peserta ini harus diasah serta dikembangkan terus bakatnya. Agar semakin tahun kita akan menjadikan wadah ini sebagai pintu buat para mahasiswa untuk mengembangkan bakat.

Adapun para juara yang membawa nama harum FaSya yaitu :

  • Akhmad Syarofuddin (HKI) : Juara 1 Puitisasi Al-Qur’an
  • Choerul Huda (HES) : Juara 2 Pencak Silat Seni Beregu Putra
  • Dinda Karisanisa Salsabila (HTN) : Juara 2 Karate
  • Ayu Novita Rantika, Galih Wicaksono, Ragil Galih (HTN) ; Juara 2 Debat Konstitusi

Anggota tim Media Center FaSya UIN Salatiga:

  1. Annisa Rahmawati (HKI) Jurnalis
  2. Rita Latassaqia (HES) Jurnalis
  3. Qhotrun Nada (HES) Jurnalis
  4. Ida Fitriyani (HES) Jurnalis
  5. Mohammad Mutohir (HTN) Jurnalis
  6. Okvita Sekar Fadhilah (HTN) Jurnalis
  7. Muhammad Ichdal Umam (HES) Desain
  8. Akhmad Naufal Amyn (HES) Desain
  9. Al Reza Dewangga Sugiyarto (HES) Video
  10. Mochamad Nur Lukman Hakim (HES) Video
  11. Mochamad Lukman Hakim (HES) Video

Penyerahan piagam oleh Dekan juga diberikan kepada tim MC atas kontribusi mereka dalam liputan-liputan kegiatan yang telah berlalu dan bisa menjadi berita-berita yang sangat menarik.

Kontingen FaSya Kembali Menyabet Medali Perak PORSI se-Jawa Madura, Prestasi yang Mengharumkan Almamater FaSya UIN Salatiga

Jember, FaSya– Pekan Olahraga, Seni dan Ilmiah (PORSI) antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Jawa Madura telah resmi selesai digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember 01-04 November 2023. Pagelaran tersebut membawa uforia kebahagian sendiri khususnya bagi sivitas akademika Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga. 1 medali emas dari Puitisasi Al Qur’an dan 3 medali perak dari Karate, Debat dan Pencak silat berhasil dibawa pulang oleh mahasiswa-mahasiswi tercinta FaSya UIN Salatiga pada pagelaran tersebut.

Pada hari penutupan pagelaran (04/11/2023), M. Chairul Huda mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) menjadi salah satu anggota regu yang berhasil meraih medali perak kejuaraan pencak silat beregu putra. Tergabung pada kelompok pelatihan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) internal komisariat Student Sport Center (SSC), Huda memiliki waktu persiapan 3 Minggu untuk focus persiapan kejuaraan.

“Waktu singkat 3 minggu mengharuskan saya ekstra focus untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Berbekal motivasi dan keyakinan bahwa semua orang pasti bisa mendapat kesempatan untuk juara serta dukungan dari teman-teman juga pelatih, saya mantap bahwa saya dan regu bisa meraih impian juara”, ungkapnya.

Muhammad Taufik Zam Zami, M.A. selaku Ketua Program Studi HES menyampaikan kebanggaannya dan berharap bibit-bibit unggul mahasiswa prestasi terus bermunculan di FaSya UIN Salatiga.”Alhamdulillah keren banget capaian prestasi medali perak dari Chairul Huda dan teman-teman ini, semoga menjadi pembuka keran prestasi-prestasi yang membawa harum nama almamater”, jelasnya.

Fakultas ini Penuh Bakat Juara, Syarofuddin Sabet Medali Emas Ajang PORSI PTKI Se-Jawa Madura

Jember, FaSya– Belum habis ucapan selamat silih berganti dari sivitas akademika Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga atas perolehan medali kejuaraan Pekan Olah Raga, Seni dan Ilmiah (PORSI) antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Se-Jawa Madura yang di sabet oleh mahasiswa-mahasiswi Hukum Tata Negara (HTN). Kini kabar gembira kembali berkumandang atas keberhasilan Syarofuddin menyabet medali emas pada Puitisasi Al Qur’an (03/11/2023).

Membanggakan sekaligus mengharumkan nama almamater FaSya khususnya dan UIN Salatiga pada umumnya. Bakat dari Syarofuddin sudah terlihat dari bangku Sekolah Dasar, dengan minatnya menonjol dari menulis dan membaca puisi. Pada ajang PORSI, melalui bimbingan Dosen UIN Salatiga Suesti Maharani, M.Pd. arahan serta bimbingan intens menambah mental dalam mengikuti kejuaraan ini.

“Selalu ingin mengasah dan meningkatkan kemampuan dalam menulis dan membaca puisi membuat saya selalu termotivasi untuk mengikuti ajang-ajang kejuaraan bergengsi. Saya sebelumnya juga pernah menyabet juara 2 dalam lomba baca puisi piala ketua DPRD kota Salatiga. Harapan ke depan untuk terus lebih baik dan dapat berbagi ilmu dan pengalaman kepada teman-teman yang memiliki minat yang sama”, ungkap Syarofuddin.

Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. selaku dekan menyampaikan rasa ikut berbahagia dan bangga atas prestasi dari mahasiswanya. “Keren dan membanggakan, kami akan mengapresiasi mahasiswa-mahasiswi yang berprestasi dan terus mencari bakat-bakat lain yang pasti akan bermunculan di mahasiswa Fakultas Syari’ah”.

Bermental Juara, Kembali Lagi Kontingen FaSya dari Tim Debat Sabet Medali Kejuaraan PORSI

Jember, FaSya– Masih pada pagelaran Pekan Olah Raga, Seni dan Ilmiah (PORSI) antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Se-Jawa Madura, tim debat Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga berhasil menyabet prestasi juara ke-2 dengan komposisi anggota tim diisi oleh 3 mahasiswa Hukum Tata Negara(HTN). Ayu Novita, Galih Wicaksono dan Ragil Galih Saputro berhasil mengalah banyak tim debat dari PTKI, hingga masuk pada Final dan berhasil meraih juara 2 (03/11/2023).

Persiapan yang terhitung singkat hanya seminggu sebelum kejuaraan, tidak membuat ayu dkk pesimis. Melalui arahan Ketua Program Studi HTN Cholida Hanum, M.H dan Ahmadi H. Dardiri M.H., Sekjen Pusat Studi Peraturan Perundang-undangan (PSPP) yang sudah matang dan mengarahkan dengan terstruktur serta membentuk semangat tim untuk gigih berjuang dalam kejuaraan.

“Komposisi tim yang luar biasa, baik pembicara pertama kedua maupun ketiga memiliki kompetensi yang bagus dalam penyampaian serta penguasaan materi. Meski persiapan lomba sangatlah singkat namun tim debat konstitusi mampu menampilkan yang terbaik sehingga berhasil meraih medali perakIni menjadi salah satu pencapaian besar bagi komunitas debat di fakultas syariah yakni lembaga kajian hukum (LKH) karena kader-kader LKH mampu menyumbang medali bagi uin salatiga dalam ajang porsi jawara 2023”, ungkap Cholida.

“Arahan terkait batas-batas mosi perdebatan sudah pasti, terkait teknik dalam berdebat, serta bagaimana bisa bekerja sama dengan tim. Terlebih dari itu pembina kami sangat memberikan dukungan dalam segi apapun, yang tidak bisa kami paparkan secara spesifik karena terlalu banyak. Tanpa mereka kami bukan apa-apa”, ungkap Ayu.

Kekompakan yang terjalin dengan waktu singkat dan diuji dengan anggota tim silih berganti mengalami kendala kesehatan, membuat tim merasakan frekuensi yang sama dan visi yang sama kuat. Galih mengaku sempat dirawat masuk ke rumah sakit karena terjangkit tipes, sedikit membuat awalnya bingung bisa mengikuti kejuaraan atau tidak.

Selanjutnya, secara kompak disampaikan kepada humas FaSya saat wawancara mereka menyampaikan motivasi tinggi dan harapannya kelak dalam kejuaraan berikutnya bisa mengikuti kembali dan bisa membawa pulang medali emas.

Tekad Kuat dan Semangat, Kisah Muhamad Hafid Alumni FaSya UIN Salatiga yang Menjadi Hakim

Salatiga, FaSya- Lulus tahun 2013 STAIN Salatiga, M. Hafid, S.Sy., M.H. salah satu alumni Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga yang menjadi Hakim Pengadilan Agama Negeri. Pada tahun 2017 tepatnya di bulan Desember, hafid diterima calon pegawai Negeri Sipil (CPNS) Calon Hakim, kemudian pada tahun 2020 sampai saat ini menjadi Hakim Pengadilan Agama Makale (di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan). Kisah perjuangan Hafid tidak seindah yang dilihat pada saat ini. Melalui aplikasi chat online whatsapp, humas FaSya melalukan wawancara kepada hafid.

“Kisah ini diawali saat mendaftar kuliah. Ketika itu, pada awalnya ingin mengambil jurusan bahasa Arab. Namun, formulir pendaftaran yg sudah masuk saya ambil kembali, dengan tiba2 memilih jurusan Ahwal Syakhshiyyah Non Reguler. Alasan saya dulu karena saya kuliah harus sambil kerja. Karena pada hari Senin sampai Jumat saya kerja di fotokopi, Jum’at (siang) dan Sabtu saya kuliah bersama para pegawai yang mengambil kuliah non reguler. Pindah tempat bekerja pernah saya rasakan dari kerja di gudang, fotokopian, jasa pengetikan, berjualan singkong keju, sampai pernah kerja serabutan”, tutur Hafid.

Alasan menjadi Hakim disampaikan pula oleh Hafid “menjadi seorang Hakim, bagi saya sebenarnya bukan sebuah pilihan, tapi merupakan panggilan hati sebagai alumni Fakultas Syari’ah. Dahulu, pada saat saya kuliah di Hukum Keluarga, ketika itu masih STAIN Salatiga, ada seorang Dosen Tamu dari Pengadilan Agama Salatiga, seorang Wakil Ketua bernama Bapak Ali Syarifuddin, Lc. Beliau mengatakan, “siapa lagi yang akan meneruskan Peradilan Agama kalau bukan alumni syariah”. Kata-kata itu terus teringat oleh saya hingga saat ini, bahkan dahulu ketika saya wawancara seleksi calon hakim saya jawab begitu juga bahwa menjadi Hakim bagi alumni syariah adalah panggilan hati disaat negara membuka kesempatan itu. Dari diri pribadi, saya senang bekerja pada bidang yang berhubungan langsung dengan manusia, bisa mengerti dan memecahkan masalah adalah kepuasan tersendiri. Motivasi pendukung, bagi saya keluarga adalah pendukung yang utama. Ditambah lagi keinginan untuk terus berkembang menjadi manusia yang paling bermanfaat, sesuai dengan bidang masing-masing. خير الناس انفعهم للناس Itu motivasi pribadi saya”, Imbuhnya.

Kesan saat kuliah, saya melihat bahwa Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Syariah sangat bersemangat mendidik dan mendorong mahasiswanya untuk berprestasi. Saya ingat dulu ketika saya minta beasiswa, ke Kaprodi. Beliau mengiyakan dengan syarat harus meningkat nilainya, alhamdulillah terkabul. Bahkan ketika mahasiswa sedang dalam kondisi sulit belajar, sangat dipahami dan terus didorong agar tidak putus asa. Saya pernah mengalami kegagalan ujian juga, hingga harus mengulang. Tapi, karena dosen memberi motivasi maka sayapun tidak menyianyiakan kesempatan. Pesan saya untuk mahasiswa Fasya UIN Salatiga, menjadi Mahasiswa Fakultas Syariah merupakan anugerah, di tangan kalianlah estafet hukum negara ini, pungkasnya.

Untuk Bapak Ibu Dosen, Terima kasih atas ilmunya, semoga selalu sehat dan senantiasa diberkahi oleh Allah SWT. Salam Hormat dari Muhamad Hafid, S.Sy., M.H.

Baru Dibuka Kejuaraan PORSI, FaSya UIN Salatiga Menggemparkan Pagelaran dengan Menyabet Medali Perak Cabang Karate

Jember, FaSya– Baru saja pagelaran dimulai, Dinda Karisanisa Salsabila mahasiswa semester 1 Program Studi (Podi) Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga menggemparkan pagelaran kejuaran Pekan Olah Raga, Seni dan Ilmiah (PORSI) antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Se-Jawa Madura dengan berhasil menyabet juara 2 karate (01/11/2023). Kejuaranan digelar di universitas Islam Negeri (UIN) KIAI HAJI ACHMAD SIDIQ Jember mulai dari 01-05 November 2023, dengan diikuti oleh 18 PTKI Se-Jawa Madura.

Tidak heran Dinda dapat prestasi tersebut, karena sudah dari SD kelas 4 diarahkan oleh orang tuanya untuk menggeluti olah raga seni bela diri karate. Melalui tim penjaringan bakat mahasiswa, dinda ditemukan melampirkan beberapa sertifikat prestasi sampai tingkat nasional dari seni bela diri karate.

Kelahiran Salatiga dari bapak yang menggeluti karate serta ibu seorang wanita atlit lari membentuk keluarga Dinda sebagai keluraga yang hoby akan oleh raga fisik. Melalui wawancara dengan Humas FaSya, Dinda mengaku saat ini adik yang masih kelas 2 SD ikut bergabung dalam kelas pelatihan karate sudah sampai pada tingkat sabuk kuning. Sehingga dukungan dari keluraga dan pelatih mengantarkan Dinda menjadi atlit dengan semangat untuk terus menjadi yang lebih baik.

Alasan mengikuti kejuaraan PORSI pada usia perkuliahan yang masih di semester 1 ini adalah untuk mengaktualisaikan diri serta ingin membawa nama baik almamater UIN Salatiga pada umumnya dan FaSya pada khususnya, imbuh Dinda.

Harapan besar dari Dinda setelah memperoleh juara 2 kejuaraan PORSI, “ingin terus bisa membawa nama baik alamamater dan keluarga dalam setiap even kejuaraan. Terlebih semoga bakat-bakat mahasiswa UIN Salatiga banyak lahir dan ditemukan untuk semakin membawa nama baik almamater ditingkat nasional maupun internasional. Pesan untuk teman-teman yang masih berjuang dalam kejuaraan PORSI, tetap semangat dan optimis bahwa usaha kita pasti akan membuahkan hasil yang optimal, pungkas Dinda.

Prof. Ilyya selaku Dekan FASya UIN Salatiga ikut bangga dan akan lebih mengapresiasi mahasiswa-mahasiswa FaSya yang mendapatkan prestasi-prestasi pada bidang skill apapun yang membawa nama harum alamamater. Kedepan akan kita agendakan penyerahan penghargaan dari Fakultas untuk mahasiswa-mahasiswi berprestasi untuk lebih memotivasi dan mendorong mahasiswa lainnya untuk turut andil mengikuti jejak baik tersebut.

Bahas Penguatan Publikasi Jurnal dan Success Story, FaSya UIN Salatiga Terima Kunjungan Dari Pengelola FaSya IAIN Metro

Salatiga, FaSya– Mengusung visi belajar budaya akademisi dan kemajuan publikasi jurnal dari Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga, rombongan IAIN Metro melaksanakan kunjungan (02/11/2023) yang dipimpin oleh Dr. Dri Santoso, M.H selaku Dekan beserta Wakil Dekan 1, segenap Ketua dan Sekretaris Jurusan AS, Hesy, HTN dan pengelola jurnal. Tujuan lebih luasnya disampaikan oleh Dr. Dri “Kunjungan ini memiliki tujuan untuk kami ingin mendengar sukses story dari FaSya terkait indikator-indikator yang mendukung kemajuan dalam budaya akademisnya. Harapan juga, setelah kunjungan ini akan terjalin kerjasama yang membawa kemajuan bersama antar lembaga dan kita bisa mengikuti jejak pada jurnal yang terindeks SCOPUS. Dan menjadi motivasi kami belajar karena Rektor dan Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Metro menjadi Author pada Jurnal IJTIHAD”.

Menyambut hangat rombongan di Aula Gedung Dekanat FaSya UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. selaku Dekan FaSya UIN Salatiga beserta jajaran Wakil Dekan 1 dan 2, Kajur dan Sekjur Serta Ketua Program Studi dan segenap Tenaga Kependidikan. Prof. Ilyya menyampaikan “Jurnal IJTIHAD FaSya yang sudah terindeks SCOPUS dalam sejarahnya adalah jurnal tertua di UIN Salatiga yang awalnya Sinta 2. Perjalanan yang tidak mengenal lelah, tim editing jurnal IJTIHAD akhirnya bisa lolos terindeks SCOPUS. Hasil yang membanggakan tersebut membangun motivasi kepada pengelola jurnal untuk bisa lebih baik lagi, dengan mentargetkan bisa masuk Q1. Perkembangan terbaru pergerakan dari situasi jurnal IJTIHAD sudah memasuki nilai pada jurnal level Q2”.

Menarik pada pengalaman Prof. Dr. Ilyya, pada tahun 2019 setelah diamanahi sebagai pengelola jurnal sebenarnya belum ada pengalaman dalam mengelola jurnal. Pengalaman yang dibawa adalah terbiasa menjadi reviewer jurnal memotivasi untuk membuat tim dengan semangat menyamakan frekuensi untuk memajukan jurnal. Hikmahnya dengan semangat dan motivasi tersebut, pengelola mendapat ilmu yang melebihi dari senior-senior dan endingnya IJTIHAD lolos masuk SCOPUS.

Daya tarik juga yang bisa dijadikan referensi untuk IAIN Metro, Prof. Ilyya mengenalkan bahwa di FaSya memiliki tim media center yang dikelola dengan anggota beberapa mahasiswa dengan dibekali arahan untuk menulis berita, desain media serta pembuatan video profil. Perkembangan dari tim media tersebut membawa kemajuan dari segi publikasi kegiatan yang meningkat dan dapat juga digunakan untuk arsip serta bukti kegiatan yang bila dibutuhkan untuk data akreditasi.

Elfa Murdiana, M.Hum selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Syari’ah IAIN Metro tertarik dengan kurikulum berbasis produk yang diterapkan di FaSya UIN Salatiga untuk bisa ditengok dari mata kuliah apa saja. Harapannya kurikulum tersebut bisa diaplikasikan juga di Fakultas Syari’ah IAIN Metro.

Prof. Ilyya menjawab dengan paparan bahwa pembelajaran berbasis produk belum sistemik menyeluruh diterapkan, namun secara global sudah mayoritas dosen menerapkan kepad mahasiswa yang sedang menulis skripsi tulisan ilmiahnya dapat diupload dijurnal.

Menambahkan Dr. Chairul Huda, M.H., menjawab pertanyaan dari pengelola jurnal IAIn Metro bagaimana meningkatkan reviewer dari luar negeri, “jangan lelah untuk menyebar email kepada pakar-pakar yang di luar negeri yang memiliki keilmuan menulis menyambung dengan tema dari jurnal yang dikelola”.

Elfa menambahkan terkait wujud bersama untuk mensukseskan kurikulum MBKM yang masih banyak perguruan tinggi meraba-raba untuk memulai antara IAIN Metro dengan UIN Salatiga dapat melakukan kerjasama pertukaran dosen melalui jalur virtual.

KPU Goes To Campus UIN Salatiga: Sosialisasi Pemilu dengan Gelar Nonton Bareng Film ” Dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2023

Laporan: Okvita Sekar dan Ida Fitriyani

Salatiga-FaSya, Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-95 dan sebagai ajang sosialisasi dari KPU kota Salatiga kepada pemilih pemula dan generasi milenial, digelar acara nonton bareng (nobar) gratis film “Kejarlah Janji” di Ruang Seminar Lantai 3 Gedung KH. Hasyim Asyari. Nobar terselenggara sebagai hasil kerjasama antara pihak KPU Kota Salatiga bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HMPS-HTN) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga, Sabtu (28/10/2023). Dihadiri sebanyak 181 peserta mahasiswa HTN, dan usai nobar peserta akan diberikan sertifikat peserta.

Abd. Rohim selaku anggota KPU Kota Salatiga Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat menyampaikan dalam sambutannya bahwa nonton bareng pada tanggal 28 Oktober dengan tema goes to campus dan goes to pesantren telah memperoleh rekor muri. Pemilihan umum yang diselenggarakan pada tahun 2024 ini didominasi oleh 50% dari generasi Z dan milenial. Dengan adanya acara nonton bareng ini menampilkan film berjudul “Kejarlah Janji” yang dikemas secara ringan, semoga dapat memberikan wawasan kepada masyarakat tentang cara pemilu yang baik dan memerangi hoax yang berkembang bebas di masyarakat”.

Cholida Hanum, M. H. selaku Kaprodi HTN menyampaikan bahwasannya untuk mahasiswa HTN yang telah menonton film ini semoga dapat menambah wawasan dalam menyambut kontestasi pemilu, yang diawali oleh para pemilih dibalik bilik suara.Jadilah pemilih yang cerdas dan cermat untuk demokrasi yang baik”.

Film “Kejarlah Janji” yang ditayangkan oleh KPU telah tayang di 483 pesantren dan 476 kampus diseluruh Indonesia. Adapun sebelum memasuki film Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari menyampaikan pesan kepada para pemilih pemilu 2024 untuk dapat mengecek apakah sudah terdaftar sebagai pemilih tetap atau belum pada website https://cekdptonline.kpu.go.id.

“Film ini sangat menarik dengan sisi komedi yang tidak berlebihan dan tidak meninggalkan unsur-unsur yang ada dalam pemilu seperti harus memerangi hoax, buzzer, dan influencer yang tidak kredibel. Hal lain yang dapat dipetik dari film ini adalah tentang bagaimana menghargai perbedaan atas keputusan yang diambil dan jangan sampai melakukan hal yang tidak baik untuk menjatuhkan lawan dalam kontestasi pemilu, tidak baik apabila dinasti politik dilakukan tanpa adanya background calon yang akan maju tidak memiliki track record yang jelas dan hanya mengandalkan pendukung maya. Hal yang terpenting adalah jangan golput dalam pemilu karena negara kita sedang menuju Indonesia Emas dan demokrasi. Maka mari kita sebagai generasi penerus bangsa, tunas bangsa, kita memiliki andil menentukan arah bangsa kedepannya yang dapat dilakukan melalui pemilihan umum 2024. Jadi mari gunakan hak suara kita semua dalam pemilu 2024 karena anak muda cerdas memilih, imbuh Hasyim Asy’ari.                                                                                                                                                

KPU Goes To Campus: Nonton Film “Kejarlah Janji” Dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2023

Laporan: Okvita Sekar dan Ida Fitriyani

Salatiga-FaSya, Dalam rangkamemperingatiHari Sumpah Pemuda yang ke-95 dan sebagai ajang sosialisasi dari KPU kota Salatiga kepada pemilih pemula dan generasi milenial, digelar acara nonton bareng (nobar) gratis film “Kejarlah Janji” di Ruang Seminar Lantai 3 Gedung KH. Hasyim Asyari. Nobar terselenggara sebagai hasil kerjasama antara pihak KPU Kota Salatiga bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HMPS-HTN) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga, Sabtu (28/10/2023). Dihadiri sebanyak 181 peserta mahasiswa HTN, dan usai nobar peserta akan diberikan sertifikat peserta.

Abd. Rohim selaku anggota KPU Kota Salatiga Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat menyampaikan dalam sambutannya bahwa nonton bareng pada tanggal 28 Oktober dengan tema goes to campus dan goes to pesantren telah memperoleh rekor muri. Pemilihan umum yang diselenggarakan pada tahun 2024 ini didominasi oleh 50% dari generasi Z dan milenial. Dengan adanya acara nonton bareng ini menampilkan film berjudul “Kejarlah Janji” yang dikemas secara ringan, semoga dapat memberikan wawasan kepada masyarakat tentang cara pemilu yang baik dan memerangi hoax yang berkembang bebas di masyarakat”.

Cholida Hanum, M. H. selaku Kaprodi HTN menyampaikan bahwasannya untuk mahasiswa HTN yang telah menonton film ini semoga dapat menambah wawasan dalam menyambut kontestasi pemilu, yang diawali oleh para pemilih dibalik bilik suara.Jadilah pemilih yang cerdas dan cermat untuk demokrasi yang baik”.

Film “Kejarlah Janji” yang ditayangkan oleh KPU telah tayang di 483 pesantren dan 476 kampus diseluruh Indonesia. Adapun sebelum memasuki film Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari menyampaikan pesan kepada para pemilih pemilu 2024 untuk dapat mengecek apakah sudah terdaftar sebagai pemilih tetap atau belum pada website https://cekdptonline.kpu.go.id.

“Film ini sangat menarik dengan sisi komedi yang tidak berlebihan dan tidak meninggalkan unsur-unsur yang ada dalam pemilu seperti harus memerangi hoax, buzzer, dan influencer yang tidak kredibel. Hal lain yang dapat dipetik dari film ini adalah tentang bagaimana menghargai perbedaan atas keputusan yang diambil dan jangan sampai melakukan hal yang tidak baik untuk menjatuhkan lawan dalam kontestasi pemilu, tidak baik apabila dinasti politik dilakukan tanpa adanya background calon yang akan maju tidak memiliki track record yang jelas dan hanya mengandalkan pendukung maya. Hal yang terpenting adalah jangan golput dalam pemilu karena negara kita sedang menuju Indonesia Emas dan demokrasi. Maka mari kita sebagai generasi penerus bangsa, tunas bangsa, kita memiliki andil menentukan arah bangsa kedepannya yang dapat dilakukan melalui pemilihan umum 2024. Jadi mari gunakan hak suara kita semua dalam pemilu 2024 karena anak muda cerdas memilih, imbuh Hasyim Asy’ari.                                                                                                                                                

Pemilu Serentak 2024, Menambal Lubang dan Menjahit Kain Persatuan Indonesia

Salatiga, FaSya– Pemilu serentak 2024 sudah tidak lama lagi menjadi pagelaran nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Tidak urung juga kepada para mahasiswa mayoritas sudah memiliki sikapa dalam menyambut dan mensukseskan pagelaran nasional tersebut. Pada Senin, 23 Oktober 2023 Fakultas Syariah (FaSya) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Pemilu Serentak 2024, Menambal Lubang dan Menjahit Kain Persatuan Indonesia” dengan menggandeng undangan dari partai-partai politik di Salatiga dan panitia pemilu yaitu KPU dan Bawaslu, Polres Salatiga serta KOREM beserta jajarannya. Dan yang menjadi objek tujuan untuk mendapatkan manfaat dari gelarnya Semnas ini yaitu segenap mahasiswa FaSya UIN Salatiga yang telah mendaftar melalui link tercatat sejumlah 150 mahasiswa.

Membuka acara Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. selaku Dekan FaSya memaparkan maksud dari terselenggaranya semnas ini Ingin memberikan andil kontribusi yang bermanfaat akan kedepan terselenggaranya pemilu serentak semoga berjalan lancar dan demokratis. Sehingga semnas ini mengundang peserta dari kalangan sivitas akademika UIN Salatiga, alumni FaSya yang sudah bergabung dengan KPU, Bawaslu, partai politik dan Polres serta KOREM dengan jajarannya. Outcome yang diharapkan adalah adanya action-action dan tindakan yang dapat dikoordinir untuk mendukung jalannya pemilu serentak secara adil dan demokratis. Sehingga tantangan dan aspek-aspek yang bisa kita hindari dapat kita tanggulangi dengan pemahan yang diperoleh dari pembahasan-pembahasan materi dalam seminar nasional ini”.

Moderator memimpin jalannya pembahasan materi, Cholida Hanum, M.H. selaku Ketua Program Studi Hukum Tata Negara FaSya UIN Salatiga dan 3 pemateri yaitu M. Choirul Huda, M.H (Sekretaris Jurusan FaSya), Dr. Zuly Qodir (Sosiolog, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Basmar Perianto Amron, M.M (Komisioner KPUD Provinsi Jawa Tengah).

Mengangkat tema “Pemilu di Era Post Truth: Memahami Kehendak Kaum Millenial”, Choirul Huda memaparkan bahwa sumber informasi yang diterima oleh anak muda berasal dari terbanyak adalah media sosial, televisi dan berita on-line. Menengok kondisi tersebut, maka timbul tantangan budaya digital terkini yaitu: Mengaburnya wawasan kebangsaan, menipisnya kesopanan dan kesantunan, minimnya pemahaman akan hak-hak digital, kebebasan berekspresi yang melampaui batas, menghilangnya budaya Indonesia (media digital menjadi panggung budaya asing), berkurangnya toleransi dan penghargaan pada perbedaan, menghilangnya batas-batas privasi, pelanggaran hak cipta dan karya Intelektual. Karena pada masa anak muda saat ini menunjuk masa di mana masyarakat mengalami “kegemukan” informasi akibat derasnya globalisasi informasi, sebuah era dimana kejujuran-kemunafikan, kebeneran-kebohongan, fiksi-non fiksi tidak lagi jelas yang penting berita tersebut sampai ke publik, sebuah kebohongan jika didengungkan terus menerus maka akan difahami sebagai sebuah kebenaran, bahkan pelaku pembuat kebohongan ikut mempercayainya. Kemudian muncullah kondisi berita atau informasi Hoax Politik, Hoax Kesehatan, Hoax Agama, Hoax Kerusuhan, dan Hoax Lingkungan”.

Materi berikutnya dengan tema “Pemilih Milenial dan Pemilu: melampui Polarisasi” oleh Zuly Qodir degnan paparan “Berpartisipasi politik adalah hak dan kewajiban kita sebagai warga negara. Hal ini juga sesuai dengan program Gerakan Indonesia Bersatu. Rendahnya tingkat partisipasi politik, dapat mengancam nilai-nilai demokrasi yang sedang kita perjuangkan bersama. Kejenuhan atau “krisis kepercayaan” kita sebagai warga negara, tidak boleh menghalangi kita untuk terlibat dalam berbagai proses politik. Dan dalam berpartisipasi, diperlukan juga sikap saling menghargai pendapat golongan lain. Pemuda dapat mengubah semua praktek pemilu yang sudah membudaya yaitu dengan adanya money politic atau suap menjadi Pemilu yang bebas dari suap. Serta para pemuda harus mengubah praktek Pemilu dengan menunjukkan moral, etika politik yang sehat yang demokrasi, tanpa adanya aksi-aksi politik yang kotor yang tidak sesuai dengan asas demokrasi. •Masyarakat sipil, perguruan tinggi, dan actor dmeokrasi harus terus tanpa kenal Lelah bergerak mengawal demokrasi elektoial dan memperkuat institusi-institusi demokrasi untuk memastikan Pemilu (demokrasi electoral) berjalan sesuai arah kebebasan susbstansial”.

Basmar Perianto melengkapi materi dalam pembahasan seminar ini dengan menjelaskan berbagai tahapan pemilu serta dasar hukum yang menjadi landasan pesta demokrasi serentak 2024 yang akan berlangsung. Kemudian memberikan gambaran potensi problem tahapan pemilu ke depan yaitu: Kapasitas SDM yang belum merata sehinga menjadi permasalahan dalam menghadapi tahapan pemilu serentak Tahun 2024, pada era digitalisasi seperti sekarang ini penggunaan sistem informasi aplikasi berbasis internet dalam menunjang setiap tahapan pemilu sangat membantu pekerjaan KPU, namun permasalahannya akses jaringan internet yang belum merata, ketepatan waktu dan sasaran distribusi logistik, keakuratan data pemilih, banyaknya jenis surat suara yang menyulitkan pemilih dan beban kerja KPPS yang tinggi

Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga Paparkan Relasi Pancasila dan Moderasi Beragama

Laporan: M. Choirul Huda

Jombang, FaSya– 20 Oktober 2023, Dekan Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si menjadi narasumber pada Seminar Nasional (Semnas) Moderasi Beragama di Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY), Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. Seminar tersebut mengangkat tema, “Relasi Pancasila dan Agama dalam Perspektif Aswaja”.

Bertindak sebagai keynote speaker pada kegiatan ini adalah Prof. Dr. KH. Yudian Wahyudi, MA., Ph.D selaku Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia. Hadir pula sebagai pembicara, Prof. Dr. H. Haris Supratno selaku Rektor, dan Dr. Jasminta, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Agama Islam UNHASY.

Dalam pidatonya, Prof. Yudian menjelaskan tentang salam Pancasila yang menjadi simbol pemersatu bangsa. Salam Pancasila disimbolkan dengan mengangkat tangan kanan dengan lima jari yang mensimbolkan kelima sila dari Pancasila. “Salam itu sendiri merupakan doa, agar kita saling mendoakan sekaligus mendoakan bangsa dan negara Indonesia agar aman, makmur dan sejahtera,” tegasnya.

Lebih lanjut, Guru Besar lulusan Mcgill University Canada ini menjelaskan, dalam kerangka tauhid integratif, Pancasila merupakan praktik dan integrasi ayat-ayat teologis ke dalam ayat-ayat kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan. Hal ini berangkat dari kesatuan nilai dalam Pancasila, dimana sila Ketuhanan Yang Maha Esa (tauhid) menjadi sumber bagi sila-sila di bawahnya. Dengan demikian, alih-alih bertentangan dengan ajaran agama Islam, Pancasila justru merupakan praktik nasional dari nilai-nilai universalitas Islam.

Semenatra itu, dalam materi seminarnya, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.HI., M.Si, menjelaskan bahwa nilai-nilai moderasi tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah. Lebih lanjut, Ilyya menjelaskan, karakter moderasi dari nilai-nilai Aswaja tercermin dalam;

Pertama, Tawassuth (Moderat), maksudnya sikap tengah-tengah diantara dua sikap yang saling bertentangan, tdk terlalu keras (fundamentalis) atau terlalu bebas (liberalis); Kedua, Tawazun (keseimbangan), maksudnya sikap keseimbangan dalam segala hal; baik hablun min Allah maupun hablun min an-nash; termasuk keseimbangan penggunaan dalil akal (aqli) maupun dalil syara’ (naqli); keseimbangan antara hak dan kewajiban kepada Allah, maupun kepada sesama manusia dan makhluk Allah; Ketiga, I’tidal, yakni sikap adil, jujur, dan apa adanya. Dengan sikap i’tidal diharapkan terwujudnya kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran Indonesia, sesuai Pancasila; Keempat, Tasamuh (toleransi), merupakan sikap untuk saling menghargai dan menghormati orang (kelompok lain) yang berbeda pandangan; lebih mengedepankan pemahaman Islam yang bersifat universal (global). Kebenaran Islam dilihat dari norma norma umum seperti keadilan, kemanusiaan, keselamatan dan kesejahteraan.

Ilyya Muhsin juga berpesan kepada para mahasiswa UNHASY untuk melakukan Penguatan konten-konten moderasi beragama. “Melalui ruang digital dan dunia nyata perlu terus ditingkatkan sebagai counter terhadap arus radikalisme dan liberalisme di ruang media sosial maupun kehidupan nyata,” pungkas guru besar lulusan doktor UGM ini.