Soroti Demokrasi dan Money Politik: Diskusi Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah UIN Salatiga dengan DPR Surabaya

Laporan: Hijri

Surabaya, FaSya– Pada tanggal 5 Maret 2024, rombongan mahasiswa dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga beserta para dosen dan tenaga pendidikan, yang dipimpin oleh Wakil Dekan 3, Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd, melakukan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) ke kantor DPRD Kota Surabaya. Mereka disambut di ruang auditorium DPRD oleh Mochamad Machmud, S.Sos., M.Si, selaku anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Demokrat.

Dalam sambutan pembuka acara, Dr. Sultoni menjelaskan tujuan kunjungan mereka untuk lebih memahami profil DPR dan mencari kesepakatan kerjasama pendidikan yang bermanfaat bagi mahasiswa kedepannya.

Machmud menyambut kunjungan tersebut dengan bangga, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal demokrasi dan mengingatkan bahwa aspirasi masyarakat harus dijadikan pedoman dalam menentukan kebijakan DPR.

Selama sesi tanya jawab, pertanyaan diajukan oleh Nafisah dan Akmal terkait pandangan Machmud tentang situasi demokrasi dan money politik. Machmud menekankan pentingnya kritis dalam menjaga demokrasi dan menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh calon legislatif terkait penggunaan uang dalam politik.

Dra. Astuti Sakdiyah, M.Pd, kepala bagian tata usaha fakultas syariah, menanggapi dengan menyoroti celah dalam undang-undang yang memungkinkan praktik money politik.

Machmud setuju dengan perlunya revisi undang-undang dan mengusulkan pendekatan edukasi politik kepada masyarakat untuk melawan money politik.

Acara kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama, menandai kesuksesan dialog antara mahasiswa dan DPR Surabaya dalam memperkuat demokrasi dan melawan money politik.

Implementasi Kerjasama Menuju Pendidikan Berkualitas Fakultas Syariah UIN Salatiga dan Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak FGD MBKM

Pontianak, FaSya– Pada 29/02/2024, Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga (SAGA) dan Fakultas Hukum (FH) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak dengan bangga mengumumkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta melaksanakan FGD yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Dalam acara yang diadakan di ruang rapat FH Untan, penandatanganan MoU ini ditandai oleh Dekan FaSya UIN SAGA, Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si., dan Dekan FH Untan Pontianak, Dr. Hj. Sri Ismawati, S.H., M.Hum.

MoU ini mencakup berbagai aspek kerjasama antara kedua Fakultas, termasuk pertukaran mahasiswa, pengembangan kurikulum bersama, pelatihan dosen, serta kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Melalui kerjasama ini, diharapkan kedua institusi dapat saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang syariah dan hukum.

Dalam sambutannya, Prof. Ilyya menyatakan, “Kerjasama ini merupakan langkah penting dalam mendukung visi dan misi kedua institusi untuk menciptakan lingkungan akademik yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.”

Sementara itu, Dr. Sri ismawati juga menambahkan, “Kami berharap kerjasama ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kedua fakultas serta membuka peluang baru bagi mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan potensi mereka.”

Dalam FGD Kedua Fakultas sepakat untuk segera mulai menerapkan program-program kerjasama yang telah disepakati dalam MoU, serta terus melakukan evaluasi dan pengembangan lebih lanjut untuk memastikan keberhasilan kerjasama dalam jangka panjang.

Dengan penandatanganan MoU serta FGD ini, diharapkan kerjasama antara FaSya UIN SAGA dan FH Untan Pontianak dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya dalam memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Meniti Kemitraan Ilmiah: Dekan Fakultas Syariah UIN Salatiga Ungkap Kunci Sukses Pengelolaan Jurnal Bersama Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak

Pontianak, FaSya– Dekan Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga (SAGA) Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. didampingi oleh Wakil Dekan bidang akademik Dr. Farkhani, S.H.I., S.H., M.H, Wakil Dekan bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan Dr. Moh. Khusen, M.A., M.Ag., Wakil Dekan bidang Mahasiswa dan Kerjasanma Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd., serta Kabag TU Dra. Astuti Sakdiyah, M.Pd. melakukan kunjungan ke Fakultas Hukum (FH) Universitas Tanjungpura (Untan) pada Kamis, 29/02/2024. Diterima langsung oleh Dekan FH Untan dengan tulus mengungkapkan rasa terima kasih kepada tim dari FaSya yang telah menghormati FH Untan dengan kedatangan mereka, dalam rangka penandatanganan Perjanjian Kerjasama yang mencakup aspek Tri Dharma, termasuk Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada masyarakat, dan pengelolaan jurnal.

Sebaliknya, Dekan FaSya UIN SAGA juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Dekan FH Untan beserta seluruh stafnya, yang dengan hangat menerima kedatangan mereka dan memberikan sambutan yang luar biasa. Mereka menegaskan pentingnya kolaborasi antar-fakultas dalam hal belajar bersama dan saling berbagi pengalaman dalam mengelola fakultas serta menjalankan prinsip Tri Dharma.

Tidak hanya itu, penandatanganan kerjasama tersebut diikuti dengan sesi implementasi yang menarik, yaitu pemberian materi langsung oleh Prof. Ilyya tentang pengelolaan jurnal bereputasi internasional. Prestasi Prof. Ilyya dan timnya dalam mengantar jurnal ijtihad, yang telah berhasil terindeks scopus, menjadi sorotan utama. Jurnal ijtihad saat ini bahkan menduduki peringkat keempat di antara 20 jurnal internasional terkemuka di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan jurnal-jurnal bidang hukum dan hukum Islam yang terindeks scopus, baik di PTKI maupun Perguruan Tinggi Negeri versi cite score. Beliau juga membagikan kiat dan strategi mengelola jurnal agar dapat terindeks scopus dan menduduki peringkat tertinggi di antara jurnal-jurnal sejenis.

Sinergi Fakultas Syariah: Benchmarking dan Penandatanganan MOU antara FaSya UIN Salatiga dengan FaSya IAIN Pontianak

Pontianak, FaSya– Rombongan pimpinan Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga (SAGA) dipimpin oleh Dekan Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. yang didampingi Wakil Dekan Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Farkhani, M.H., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Administrasi, dan Keuangan, Dr. Moh Khusen, M.Ag., M.A., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Ahmad Sultoni, M.Pd., serta Kabag TU Dra. Astuti Sakdiyah, M.Pd. pada hari Kamis (28/03/2024) dengan membawa misi pengembangan pendidikan melakukan kunjungan ke FaSya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Diterima dengan hangat oleh Dekan FaSya IAIN Pontianak, Achmad, M.Hum., Wakil Dekan I, Ardiansyah, M.Hum., Wakil Dekan II, Abu Bakar, M.S.I, serta para pejabat dan staf di Ruang Pertemuan FaSya IAIN Pontianak.

Dr. Firdaus mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada FaSya UIN SAGA atas kunjungannya untuk silaturrahmi serta melakukan benchmarking dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) bersama untuk memperkuat kerjasama dalam berbagai bidang ilmu keislaman. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antara dua fakultas, serta bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Dalam kunjungan rombongan Fakultas Syariah UIN Salatiga ini, kita melihat simbol keagungan silaturrahmi, di mana para senior bersedia mengunjungi junior demi kemajuan bersama. Dari pertemuan ini, kita bisa memahami hakikat dari silaturrahmi, yaitu berbagi dan menyebarkan kasih sayang untuk mencapai kesuksesan dalam tatanan yang mulia,” ungkapnya.

Prof. Dr. Ilyya menyatakan kebahagiannya selama berada di Kota Pontianak. Beliau mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh FaSya IAIN Pontianak, serta menegaskan bahwa kerjasama ini merupakan langkah yang penting dalam memperkuat jejaring antar fakultas yang dapat memberikan manfaat besar bagi pengembangan ilmu keislaman di Indonesia.

“Kami sangat gembira di sini, kami datang dengan tujuan silaturrahim, bersamaan dengan itu kami juga melakukan benchmarking, dan kami mengajak Fakultas Syariah IAIN Pontianak untuk bersama-sama menandatangani MOU. Saya harap setelah penandatanganan MOU ini, kita dapat menerapkan program dan kegiatan bersama dengan saling bertukar pengalaman dan pengetahuan, kami yakin kerjasama ini akan membawa dampak positif dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam di negeri ini,” ungkapnya.”

Tips dan Trik Serta Peluang Karir Bagi Mahasiswa: Kanwil Kemenag Jatim Kupas Rahasianya untuk Mahasiswa HKI FaSya UIN SAGA

Laporan : Annisa, Hanna, Editor: Hijri

Sidoarjo, Kanwil Kemenag Jatim– Sebuah kunjungan yang penuh makna dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dari Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga (SAGA) pada tanggal 26/02/2024. Mereka berkunjung ke Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur dengan tujuan memperluas pemahaman mereka tentang praktik Hukum Keluarga Islam dalam konteks regulasi pemerintah.

Kunjungan ini tidak hanya sekadar bertatap muka dengan pejabat di Kanwil Kemenag Jatim, tetapi juga merupakan kesempatan langka bagi para mahasiswa untuk mendapatkan pemaparan materi langsung tentang kebijakan terkini terkait Hukum Keluarga Islam. Bapak Samsun Niam, S. H., selaku Ketua Tim Kepegawaian Kanwil Kemenag Jawa Timur, menjadi narasumber utama dalam acara ini. Beliau secara mendalam menjelaskan implementasi Hukum Keluarga Islam dalam konteks regulasi negara, memberikan wawasan yang tak ternilai bagi para mahasiswa.

Salah satu poin penting yang disampaikan dalam acara tersebut adalah peluang karir yang terbuka di bidang Hukum Keluarga Islam, terutama terkait dengan program Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan program Perlindungan dan Pemberdayaan Keluarga (P3K). Mahasiswa diberikan pemahaman yang mendalam tentang proses seleksi CPNS dan berbagai posisi yang tersedia, dengan penekanan pada prinsip-prinsip kompetitif, adil, objektif, transparan, dan bersih dari praktik KKN.

Selain itu, Bapak Samsun Niam juga menggarisbawahi pentingnya perlindungan dan pemberdayaan keluarga, terutama dalam konteks sektor kelautan dan perikanan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan tentang peluang karir di sektor pemerintahan, tetapi juga menyoroti peran penting Hukum Keluarga Islam dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor tersebut.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, dengan visinya untuk mewujudkan masyarakat yang taat beragama, rukun, cerdas, dan sejahtera lahir dan batin, telah memberikan kontribusi yang sangat berharga dalam memperluas wawasan dan peluang karir bagi mahasiswa Hukum Keluarga Islam. Semoga kunjungan ini menjadi langkah awal yang menginspirasi para mahasiswa untuk terus mengeksplorasi bidang ini dan berkontribusi secara positif bagi masyarakat dan bangsa.

Dengan semangat yang baru ditemukan setelah kunjungan ini, para mahasiswa diharapkan dapat menerapkan pendekatan wasathiyah dalam menyelesaikan studi mereka dengan seimbang dan moderat, sejalan dengan misi Fakultas Syari’ah UIN Salatiga untuk mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dalam bidang Hukum Keluarga Islam.

Mendalami Peran Pengadilan Agama, Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah UIN Salatiga Kunjungi Pengadilan Agama Surabaya

Laporan: Hanna & Annisa, Editor: Hijri

Surabaya, Pengadilan Agama Jawa Timur– Mahasiswa Hukum Keluarga Islam (HKI) dari Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga (SAGA), bersama dengan dosen pendamping lapangan, Ketua Program Studi HKI, dan Wakil Dekan 1, melakukan kunjungan ke Pengadilan Agama (PA) Surabaya, pada hari Senin, 26/02/2024, .

Dalam pertemuan tersebut, Dr. H. Ahmad Zaenal Fanani SHI., M.Si., MH., Wakil Ketua PA Surabaya Kelas 1A, membagikan wawasan berharga terkait persaingan di pasar kerja, khususnya antara lulusan universitas Islam dan umum, dengan menekankan bahwa Pengadilan Agama menjadi panggung yang ideal bagi lulusan universitas Islam untuk bersaing dan berkembang.

Dr. Zaenal juga menguraikan perkembangan dinamis dalam hukum acara di Pengadilan Agama Surabaya sejak tahun 2020. Beliau menyoroti upaya Pengadilan Agama Surabaya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dengan berbagai inovasi, seperti anjungan gugatan mandiri dan fasilitas pembatalan perkara ekonomi. Dr. Zaenal juga memperkenalkan inovasi dan prestasi lainnya di PA Surabaya, termasuk predikat WBK sejak tahun 2018, berbagai layanan seperti Ladju Pas Batas dan Pelayanan Khusus Booking dan Pengiriman Produk (PAK BOPP), serta layanan PTSP Online.

“Ada banyak inovasi di Pengadilan Agama Surabaya, di antaranya adalah pendaftaran online dan pembayaran online. Ketika seseorang mendaftar ke PA, kami juga menyediakan rekening untuk klien. Ini tidak hanya mempermudah pembayaran tetapi juga memberikan opsi pembayaran online,” ujarnya.

Selain itu, Dr. Zaenal juga menyoroti komitmen PA Surabaya dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak, yang tercermin dalam slogan “ramah hak-hak perempuan dan anak”. Dengan penanganan lebih dari 12.000 kasus, PA Surabaya telah membuktikan diri sebagai pengadilan dengan jumlah perkara terbanyak di Indonesia. Ini bukan hanya sebuah statistik, tetapi juga menunjukkan kinerja yang teliti dalam menyelesaikan kasus.

Kunjungan mahasiswa HKI UIN SAGA ke PA Surabaya memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya inovasi, persaingan di dunia kerja, dan peran krusial PA dalam menegakkan hukum serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semoga inovasi dan dedikasi yang ditunjukkan oleh PA Surabaya dapat menjadi inspirasi bagi PA di seluruh Indonesia.

Gali Lebih Dalam Pemahaman Tentang Fatwa, Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah UIN Salatiga Kunjungi MUI Jawa Timur

Laporan : Annisa Rahmawati, Editor: Hijri

Surabaya, MUI Jawa Timur– Pada Senin, 26/02/2024, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah (FaSya) UIN Salatiga (SAGA) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur, dengan kunjungan pertama ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya.

Hj. Abdul Mujib Hasyim, bendahara MUI Jawa Timur, menyampaikan sambutan pertama, mengucapkan selamat datang dan menekankan bahwa kunjungan dari rombongan mahasoiswa HKI FaSya UIN SAGA ini merupakan yang pertama di gedung baru MUI Jawa Timur.

Sambutan dilanjutkan oleh Wakil Dekan 2 FaSya UIN SAGA, Moh Khusen, M. Ag., M.A., yang menjelaskan bahwa KKL merupakan program rutin di Fakultas. Tujuan kunjungan ini adalah untuk memperdalam pemahaman tentang tugas dan fungsi MUI serta memperkaya pengetahuan tentang Hukum Islam.

Ketua MUI Provinsi Jawa Timur (2015-2020), H. Ainul Yaqin, S. Si., M. Si. Apt., memberikan informasi terkait sejarah MUI dan urgensi pembentukannya untuk memberikan pertimbangan keagamaan dalam pembangunan dan menjadi penghubung antara pemerintah dan umat Islam.

Selanjutnya, KH. Solihin, M. Ag., sekretaris Komisi Fatwa, menjelaskan peran komisi tersebut dalam mengeluarkan fatwa terkait masalah keagamaan seperti politik identitas dan etika dakwah di era digital. Pra penetapan fatwa sangat penting dan melibatkan telaah dalil, pandangan fuqaha, perbandingan madzhab, serta fatwa-fawa terdahulu.

HMPS HKI Gelar Pembekalan dan Bimbingan bagi Anggotanya untuk Meningkatkan Kapabilitas sebagai Penegak Hukum

Laporan: M. Mutohir, Editor: Hijri

Salatiga, FaSya– Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga Islam (HKI) mengadakan kegiatan bertema “Asistensi Mediasi & Penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) Pelatihan Paralegal Tahun 2023” di Aula Fakultas Syariah (FaSya) lantai tiga pada tanggal 23/02/2024.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Fitrah, yang menambah kenyamanan suasana dengan bacaan yang merdu. Dalam sambutannya, Mila Khumaila Quintana menjelaskan bahwa kegiatan ini menandai sahnya status teman-teman sebagai anggota KTA paralegal. Diharapkan setelah kegiatan ini, semua peserta yang telah sah dapat menjadi wadah atau jembatan bagi teman-teman dalam menangani permasalahan, serta dapat berkomitmen dan bertanggung jawab atas status mereka sebagai anggota paralegal.

Nurun Jamaluddin, S.H., M.H., dalam materinya menjelaskan bahwa pengesahan dan penyerahan KTA paralegal diharapkan dapat memberikan manfaat. Ada empat fungsi paralegal, yaitu sebagai penyedia informasi/sosialisasi, konsultan hukum, negosiator, dan mediator. Ditekankan pula bahwa prosedur mediasi diatur dalam Pasal 1 Ayat 7 Perma No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Sebagai mediator, kita harus bersikap netral dan memahami hukum pidana serta perdata sebagai dasar penyelesaian permasalahan.

Diberikan contoh bahwa dalam kasus pencurian, sebagai ahli hukum kita tidak boleh langsung menghakimi siapa yang benar dan siapa yang salah. Analisis terlebih dahulu diperlukan untuk memahami konteks kejadian dan membela hak-hak yang terlibat, tanpa memandang siapa yang salah atau benar.

Pada sesi akhir, peserta diingatkan bahwa dalam peduli terhadap hukum, penguatan mental merupakan hal yang utama. Sebagai penegak hukum, kita harus membela hak-hak tanpa memihak antara yang salah dan yang benar.

Alhamdulillah, kegiatan ini diikuti oleh hampir 60 mahasiswa yang sangat antusias, menjadikan acara semakin hidup dan menarik.

Tentukan Jadwal Imsakiyah, FaSya Gandeng Kemenag Kab. Semarang Gelar Lokakarya Imsakiyah

Kab. Semarang, FaSya- Pada Kamis, 22/02/2024, Fakultas Syariah (FaSya) bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang menyelenggarakan lokakarya imsakiyah yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip syariah terkait dengan imsak, waktu shalat, dan ibadah lainnya dalam agama Islam. Acara ini dihadiri oleh jajaran Kemenag Kab. Semarang, dosen, tamu undangan dari Kantor Urusan Agama (KUA) Se-Kab. Semarang, Penyuluh dan masyarakat umum.

Prof. Dr. Ilyya Muhsin, S.H.I., M.Si. Dekan Fakultas Syariah, menyatakan, “Kami sangat bersyukur atas kesempatan untuk bekerja sama dengan Kemenag Kabupaten Semarang dalam menyelenggarakan lokakarya ini. Kami berharap acara ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi semua peserta dalam memahami prinsip-prinsip syariah yang mendasari praktik ibadah sehari-hari.”

Kegiatan lokakarya mencakup berbagai sesi diskusi, ceramah, dan tanya jawab dengan pemateri-pemateri ahli di bidang syariah dan keagamaan. Para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung dan berbagi pengalaman terkait dengan praktik ibadah mereka.

Acara ini diakhiri dengan semangat tinggi dan harapan untuk adanya kerjasama lebih lanjut antara Fakultas Syariah Elar dan pemerintah daerah dalam upaya memperkuat pemahaman agama dan nilai-nilai keagamaan di masyarakat.

Santera De Laponte Menginspirasi Mahasiswa Prodi HTN dengan Wawasan Keusahawanan di Sektor Pariwisata

Laporan: M. Mutohir & Okvita Sekar, Editor: Hijri

Malang, FaSya– Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat dan meningkatnya persaingan di dunia kerja, menjadi seorang pengusaha menjadi salah satu solusi yang menarik. Pada 21/02/2024, para mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Fakultas Syari’ah (FaSya) UIN Salatiga (SAGA) mendapat kesempatan untuk mendapatkan edukasi tentang strategi bisnis dalam industri pariwisata dari staf marketing Wisata Santera De Laponte.

Kunjungan KKL dilanjutkan di Santera De Laponte, sebuah tempat wisata yang menjadi tujuan bagi para mahasiswa HTN dalam rangkaian KKL tahun akademik 2023/2024. Tempat ini merupakan milik New Celosia yang berlokasi di Bandungan, Semarang, seperti yang diungkapkan oleh Mas Ardi, pemilik dari tim KKL. Para mahasiswa yang mengikuti KKL ini diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi Santera De Laponte, sesuai dengan arahan dari pusat oleh-oleh Buah Tangan, Kota Batu.

Dalam sambutannya, Farkhani, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kuliah bukan hanya sekadar proses untuk menjadi seorang praktisi hukum, melainkan juga membuka peluang untuk berkarier sebagai seorang pengusaha. “Program Studi HTN juga menyediakan mata kuliah kewirausahaan yang dapat membantu mahasiswa mengasah bakat dan memperluas wawasan mereka sebagai seorang pengusaha,” tambahnya.

Materi tentang pemasaran disampaikan oleh staf marketing Santera De Laponte, Salsa dan Syana. Mereka menjelaskan bahwa pemasaran adalah proses untuk mewujudkan transaksi antara pemilik jasa/barang dengan konsumen. Pemasaran pariwisata, di sisi lain, merupakan usaha untuk memfasilitasi transaksi pariwisata bagi berbagai golongan masyarakat. Dalam konteks ini, pemasaran juga dianggap sebagai manajemen untuk mempengaruhi wisatawan agar tertarik mengunjungi suatu tempat wisata.

Strategi pemasaran pariwisata mencakup beberapa langkah, termasuk membangun identitas tempat wisata, menentukan target pasar, penetapan harga, merumuskan Unique Selling Proposition (USP), dan strategi promosi. “Pembuatan tempat wisata harus memperhatikan jangkauan bagi para pengunjung, akses transportasi, daya tarik wisata, dan melibatkan kelompok sadar wisata. Media digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk mencapai hal tersebut,” jelas mereka.

Acara berakhir dengan sesi foto bersama dan dilanjutkan dengan tur wisata di Santera De Laponte, memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam merancang dan mengelola destinasi pariwisata.